Feeds:
Pos
Komentar

Terpenuhi tidaknya selera masyarakat terhadap pemimpin terpilih mendatang adalah sangat ditentukan oleh anggota para wakil rakyat itu sendiri. Memang semua rakyat ingin mengamanahkan kepemimpinan itu kepada orang-orang yang kapabel, amanah, jujur, dan bertanggung jawab, namun akibat ketidakjujuran para wakil rakyat baik terhadap dirinya sendiri mahupun terhadap rakyat yang diwakilinya, sering mengakibatkan pimpinan terpilih itu tidak memenuhi selera rakyat banyak. Hal ini, biasanya, terjadi akibat praktek Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) yang telah mendarah-daging (be a blood relative) menghantui wakil rakyat kita. Realitas ini, persis seperti telah diklaim oleh Gordon Tullock (1976), seorang pendukung ‘Teori Suara Rakyat’ (Public Choice Theory), bukan ‘Teori Suara Partai’ (Partisan Theory), dalam bukunya, The Vote Motive” sebagai berikut:

“Bureaucrats are like other men…if bureaucrats are ordinary men, they will make most (not all) their decisions in terms of what benefits them, not society as a whole” [Para birokrat itu sama seperti manusia lain …jika para birokrat adalah manusia biasa, maka mereka akan membuat kebanyakan (bukan semua) keputusan untuk keuntungan mereka, bukan untuk keuntungan rakyat secara keseluruhan].

Lanjut Baca »

Pemimpin negara adalah faktor penting dalam kehidupan bernegara. Jika pemimpin negara itu jujur, baik, cerdas dan amanah, niscaya rakyatnya akan makmur. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak jujur, korup, serta menzalimi rakyatnya, niscaya rakyatnya akan sengsara.

Oleh karena itulah Islam memberikan pedoman dalam memilih pemimpin yang baik. Dalam Al Qur’an, Allah SWT memerintahkan ummat Islam untuk memilih pemimpin yang baik dan beriman:

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139) Lanjut Baca »

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan [apa yang akan ditulis itu], dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah [keadaannya] atau dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan dengan jujur. Lanjut Baca »

Oleh : Achmad Fauzi Z

Permasalahan hubungan Agama dan Negara masih menjadi wacana perdebatan tidak ada habisnya. Apakah agama menjadi wilayah yang harus diatur oleh negara atau agama adalah wilayah individu yang mana pemerintah /negara tidak boleh turut campur didalamnya. Diantara persoalan itu adalah tidak adanya konsep yang baku cara bernegara dalam agama-agama, termasuk Islam. Yang lainnya adalah telah terbentuknya pencitraan buruk di tengah-tengah masyarakat akan kekerasan yang dilakukan oleh agama ketika berkuasa. Ataupun agama hanya sebagai alat legitimasi kekuasaan Negara untuk dimanfaatkan bagi berbagai kepentingan.

Tidak terkecuali dengan negara Indonesia, dinegeri inipun tidak terlepas dari wacana pertarungan pemikiran masalah ini. Kita ambil contoh perdebatan antara Muhammad Natsir dan Soekarno mengenai masalah hubungan antara agama dan negara. Lanjut Baca »

Kisah Pemuda Jujur

Kisah ini bercerita tentang seorang pemuda miskin dan juga boleh dikatakan perjaka tua karena seharusnya pemuda seumuranya sudah menikah namun begitu ia adalah orang yang sangat jujur. Karena kejujurannya inilah ia memperoleh apa yang ia inginkan. Berikut lanjutan kisahnya, pada zaman Khalifah Umayyah, konon hiduplah seorang pemuda tampan bernama Hamzah. Di kampungnya, Ia termasuk perjaka tua apabila dilihat dari umurnya, tampaknya Hamzah terlambat untuk menikah.

Sejak kecil ia dibesarkan dalam keluarga miskin, ayahnya telah meninggal dunia dan ia tinggal bersama ibunya yang sudah sangat tua. Untuk menghidupi keluarga, Hamzah bekerja sebagai penjual air, yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari saja, karena kemiskinan dan kesibukan itulah sehingga ia tidak sempat berpikir untuk menikah. Namun pada suatu hari Hamzah meminta restu kepada ibunya untuk mendoakan, “Ibu, doakanlah agar Allah Swt memberikan kelapangan rejeki sehingga aku bisa memilih isteri yang salihah”. Atas permintaan tersebut, ibunya senantiasa mendoakan siang dan malam, agar keadaan ekonomi Hamzah dapat berubah menjadi lebih baik, terlebih-lebih lagi harapan ibunya, yaitu melalui doa memohonkan kepada Allah Swt agar anaknya mendapat isteri yang salihah. Lanjut Baca »

Oleh : Achmad Fauzi Z.

Di era sekarang ini begitu banyak permasalahan-permasalahan yang muncul salah satunya adalah masalah kesehatan masyarakat, penyakit kulit, penyakit diare dan lain sebagainaya. Berdasarkan data dari WHO menebutkan penyakit infeksi seperti diare, pneumonia dan campak merupakan penyebab terbesar kematian 161.000 anak-anak balita Indonesia sepanjang tahun 2005 . menurut hasil JMP 2005 (Joint Monitoring Program) antara UNICEF dan WHO di Indonesia saat ini baru 77% dari total populasi penduduk Indonesia yang mempunyai akses terhadap air bersih dan baru 55 % dari total populasi yang mendapat akses fasilitas sanitasi dasar. (Haba, Mei 2008)

Dari data diatas menunjukkan bahwa kondisi sanitasi di Indonesia masih sangat kurang. Kondisi ini terjadi akibat dari pola hidup masyarakat yang kurang sehat. Kebiasaan membuang sampah di sungai, buang air disungai, membuang sampah di selokan. Kegiatan-kegiatan inilah yang kemudian menjadi sebab dari munculnya penyakit-penyakit infeksi dan juga bencana banjir. Sebenarnya didalam Surat Ar-Rum ayat 41 yang berbunyi : Telah tampak kerusakan dibumi dan dilaut disebabkan bperbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (kejalan yang benar). Didalam surat ini sebenarnya tersirat secara jelas akan pentingya kesadaran manusia untuk menjaga keseimbangan alam agar bencana tidak muncul seperti yang tertulis diatas. Lanjut Baca »

Kisah Anak Penjual Susu

Anda pasti penasaran dengan anak penjual susu tersebut. Mengapa ia bisa diabadikan dalam sebuah kisah inspiratif bagi umat manusia. Berikut kisahnya, suatu ketika di tengah keheningan malam, di bawah atap rumah yang tidak seberapa bagusnya, sayup-sayup terdengar suara seorang perempuan penjual susu kepada anak gadisnya, “Campurlah susu ini dengan air!”, katanya. Serta merta sang anak pun menolak seraya bertanya: “Apakah ibu tidak takut kalau hal ini diketahui khalifah Umar bin Khattab? .“Umar tidak akan tahu”, jawab ibunya spontan. Dengan penuh keyakinan gadis itu pun menimpali, “Kalau pun Umar memang tidak mengetahuinya, apakah berarti Tuhan yang menciptakan Umar juga tidak mengetahuinya?”. Sang ibu pun terperanjat lalu terdiam seribu bahasa. Lanjut Baca »

Ada sebuah cerita menarik yang saya temukan dalam sebuah buku. Sebuah cerita yang sarat akan nilai yang patut untuk direnungkan oleh seorang anak kepada kedua orang tua. Cerita ini berkisah tentang seorang anak kecil dan sebuah pohon apel.

Begini ceritanya, dahulu kala ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain di sekitarnya sehari-hari. Dia naik ke puncak pohon, makan apel, tidur sejenak di bawah bayang-bayangnya … ia mencintai pohon itu dan pohon itu senang bermain dengan dia. Waktu berlalu … anak kecil itu telah tumbuh dewasa dan ia tidak lagi bermain di sekitar pohon setiap hari. Lanjut Baca »

Lha kali ini yang aku posting beda dengan sebelumnya, yang ini merupakan kumpulan dari beberapa petuah dari beberapa sahabat Rasulullah, Rasulullah sendiri dan beberapa tokoh Islam Dunia. Harapanya nasihat dan juga petuah dari mereka bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang terus memperbaiki diri. Baca……, Renungkan……dan Amalkan……….

Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. – Nabi Muhammad Saw

Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya; hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah. – Abu Bakar Sibli Lanjut Baca »

Ini adalah kumpulan kata-kata bijak dari para tokoh barat yang sengaja saya kumpulkan. Semoga ini bisa memberi inspirasi ataupun perenungan yang mendalam terhadap kata-kata mereka tersebut. Silahkan dinikmati sajian motivasi dari mereka kawan……..

Kita ada di sini bukan untuk saling bersaing. Kita ada di sini untuk saling melengkapi. – Bill Mccartney

Saat menghadapi kesulitan, beberapa orang tumbuh sayap, sedang yang lain mencari tongkat penyangga. – Harold W. Ruoff

Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita.Oscar Wilde Lanjut Baca »